Pesisir Selatan – Deru mesin dan aroma aspal menjadi saksi bisu sebuah pertemuan bersejarah di pesisir barat Sumatera. Minggu 12 April 2026 Matahari di ufuk Pantai Muaro Air Haji, Kabupaten Pesisir Selatan, terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan sekadar karena cuaca, melainkan karena energi persaudaraan yang meluap dari puluhan anggota komunitas Penari Lintas Community (PLC) yang berkumpul dalam agenda Kopdar Gabungan (Kopdargab) antara PLC Solok Selatan dan PLC Pesisir Selatan.
Momen ini menjadi pembuktian nyata bahwa semboyan “Aspal boleh berbeda, Region boleh jauh, tapi hati tetap satu tujuan” bukanlah sekadar rangkaian kata tanpa makna. Jarak ribuan meter yang memisahkan pegunungan Solok Selatan dengan garis pantai Pesisir Selatan nyatanya berhasil ditaklukkan oleh kerinduan untuk bersua dan mempererat tali silaturahmi.
Sejak pagi hari, rombongan dari PLC Solok Selatan telah memacu kendaraan mereka, membelah perbukitan dan tikungan tajam demi satu titik temu. Bagi seorang “Penari Lintas”, jalanan adalah rumah kedua, dan setiap putaran roda adalah langkah menuju saudara. Meskipun lelah fisik membayangi, semangat untuk menghadiri Kopdargab ini tak kunjung padam.
Pantai Muaro Air Haji dipilih sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Keindahan alamnya yang tenang dengan deburan ombak yang konsisten seolah mencerminkan visi PLC: tenang namun bertenaga, dan selalu menyatu dengan alam serta masyarakat sekitar. Kehadiran para member dari dua region berbeda ini mengubah suasana pantai menjadi lautan kekeluargaan yang penuh tawa dan sapaan hangat.
Dalam sambutannya yang penuh haru, Ketua PLC Pesisir Selatan, M. Navis, menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kehadiran para member. Menurutnya, pertemuan ini adalah sebuah pencapaian emosional yang luar biasa bagi komunitas di wilayah tersebut. “Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan sebuah momen yang luar biasa. Suksesnya Kopdargab PLC Solok Selatan dan PLC Pesisir Selatan di Pantai Muaro Air Haji ini adalah bukti bahwa kita tidak dibatasi oleh sekat-sekat geografis,” ujar M. Navis di hadapan para peserta.
Ia juga menekankan bahwa jarak ribuan meter bukanlah penghalang, melainkan jembatan yang menguji seberapa kuat ikatan kekeluargaan yang telah dibangun selama ini. “Meskipun aspal yang kita lalui setiap hari berbeda, meskipun region kita berjauhan, di bawah bendera PLC, kita adalah satu keluarga besar yang tak terpisahkan. Lewat momen ini, kita diingatkan kembali bahwa esensi dari komunitas ini adalah saling menjaga, saling menghargai, dan tetap satu tujuan di jalanan maupun di kehidupan sosial,” tambahnya.
Acara yang berlangsung hingga sore hari ini diisi dengan berbagai kegiatan yang mempererat keakraban. Mulai dari diskusi santai mengenai perkembangan komunitas di tiap region, sesi berbagi pengalaman di lintas jalanan, hingga makan bersama yang menjadi tradisi wajib setiap kali PLC berkumpul. Tidak ada batasan antara anggota senior maupun junior; semua membaur dalam satu frekuensi yang sama.
Momen “temu kangen” ini juga dimanfaatkan untuk merencanakan aksi-aksi sosial ke depan. Sebagai komunitas yang dikenal aktif dalam kegiatan kemanusiaan, PLC terus berupaya agar setiap pertemuan tidak hanya bermanfaat bagi internal anggota, tetapi juga membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar tempat mereka berpijak.
Suasana semakin meriah saat sesi foto bersama dilakukan dengan latar belakang laut lepas. Bendera kebanggaan PLC berkibar tertiup angin pantai, melambangkan keberanian dan solidaritas yang tetap tegak berdiri meskipun tantangan di jalanan seringkali menghadang.
Bagi banyak member, Kopdargab ini adalah “recharge” energi. Rutinitas pekerjaan dan kerasnya jalanan seringkali membuat penat, namun dengan bertemu saudara satu hobi, segala beban seolah terangkat. Narasi “Meski jauh di mata, dekat di hati” benar-benar dirasakan manfaatnya hari ini. Melalui tatap muka langsung, kesalahpahaman yang mungkin muncul di ruang digital sirna seketika, digantikan oleh jabat tangan erat dan pelukan persaudaraan.
Terima kasih diucapkan kepada seluruh member yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan bensinnya untuk meramaikan suasana. Kehadiran setiap individu adalah potongan puzzle yang melengkapi kemegahan acara ini. Tanpa partisipasi aktif dari rekan-rekan Solok Selatan dan Pesisir Selatan, agenda ini tidak akan berjalan sesukses sekarang.
Menutup rangkaian acara, M. Navis berharap agar semangat dari Pantai Muaro Air Haji ini dibawa pulang ke daerah masing-masing dan disebarkan kepada member lain yang belum sempat hadir. Solidaritas ini harus tetap dijaga, jangan sampai padam hanya karena jarang bertemu secara fisik.
Perjalanan pulang mungkin akan panjang dan melelahkan, namun dengan hati yang penuh dengan kenangan manis dari Kopdargab ini, setiap kilometer yang ditempuh akan terasa lebih ringan. Sampai jumpa di lintas selanjutnya, di aspal yang berbeda, namun tetap dengan hati yang satu.
Salam Satu Aspal, Salam Persaudaraan PLC!
