Desember 2025 ini punya cara unik untuk menyapa kita pengunjung setia Penari Lintas Community (PLC), akhir tahun kali ini tidak hanya membawa aroma laut yang khas, tetapi juga getaran energi yang berbeda. Ada semacam debar antusiasme yang menjalar dari sisi jalan Soebrantas yang terbentang spanduk dan banner DUFEST IDAMAN 2025. Jadi penasaran mencoba info ngulik info sana sini baik melalui temans maupun media sosial lokal Dumai. Ternyata di Dumai ada pegelaran Festival Dumai Idaman 2025.
Langsung saya memutuskan untuk tidak ke mana-mana dan berencana berkunjung kesana malam mingguan karena malam minggu tentu ramai. Saya ingin menjadi saksi mata bagaimana kota ini merayakan dirinya sendiri melalui sebuah perhelatan akbar Dumai Festival Idaman (DUFEST IDAMAN) 2025.
Dan ketika saya menginjakkan kaki di kawasan Jalan HR. Soebrantas beberapa hari lalu, saya sadar bahwa info via Medsos lokal Dumai dan Share WA Teman ada. Terkabar bahwa Jalan HR. Soebrantas akan ada hiburan festival. Festival ini dijadwalkan berlangsung selama 13 hari penuh, mulai dari 19 hingga 31 Desember 2025. Rentang waktu yang cukup panjang ini memberikan kemewahan bagi siapa saja untuk datang berkali-kali tanpa merasa terburu-buru.
Malam itu, saya memulai perjalanan dari ujung Jalan HR. Soebrantas. Cahaya lampu hias yang menggantung di sepanjang jalan bebas kendaraan menciptakan lorong cahaya yang hangat. Di sisi kiri dan kanan, tenda-tenda bazar berdiri rapi, namun yang paling menyentuh hati saya bukan hanya estetika visualnya, melainkan semangat di baliknya. Saya sempat mencari temans kita di PLC Dumai ikut meramaikan pasar dengan membuka stand di lokasi tersebut yaitu om Noviarman dan Om Hendri, berbincang sebentar dengan kea akraban berdunsanak seperti biasa tradisi member PLC bawa ngopi meskipun sakarek mambawa keakraban. Wajahnya berseri saat menceritakan bagaimana Pemerintah Kota Dumai benar-benar merealisasikan janji membuka stand bagi pelaku usaha lokal yang sangat terjangkau bagi pelaku UMKM Car Free Night (CFN). “Ini kesempatan kami, Om Asrizal, festival kali ini kita dapat membuka stand untuk bazar produk kita krioik khas oleh oleh” katanya om Hendri,sambil membungkus pesanan saya. Di titik ini, saya merenung DUFEST IDAMAN bukan sekadar pesta pora. Ini adalah gerakan ekonomi kerakyatan yang nyata. Melihat senyum para pedagang kecil itu memberikan makna mendalam pada kata Festival. Ini adalah tentang keberlangsungan hidup dan kebangkitan ekonomi lokal setelah setahun penuh berjuang.


Semakin dalam saya berjalan, suara tabuhan gendang dan petikan gambus mulai terdengar bersahutan. DUFEST IDAMAN 2025 memang menempatkan Pergelaran Seni dan Budaya Nusantara sebagai tulang punggung acara. Saya tertegun sejenak di depan panggung budaya. Malam itu, ada tarian yang menggabungkan unsur tradisional Riau dengan sentuhan modern.
Bagi saya, ini adalah momen refleksi. Di tengah gempuran tren digital yang serba cepat, melihat anak-anak muda Dumai masih lincah membawakan tarian zapin atau bangga mengenakan atribut budaya adalah pemandangan yang menyejukkan. Festival ini berhasil menjadi jembatan antara masa lalu yang luhur dan masa depan yang kreatif. Ada juga wahana edukasi kreatif yang dipenuhi anak-anak kecil yang sedang belajar mewarnai atau melihat atraksi seni rupa. Rasanya seperti melihat benih-benih seniman masa depan sedang disemai di sini.
Tentu saja, sebuah festival belum lengkap tanpa musik. Pentas musik di DUFEST IDAMAN memiliki kurasi yang menarik. Tidak hanya mengandalkan artis ibu kota yang memang menjadi magnet bagi massa, tetapi juga memberikan panggung terhormat bagi band-band lokal untuk menunjukkan taringnya.
Saya duduk di salah satu bangku kayu yang disediakan, menyesap kopi lokal, sambil mendengarkan alunan musik yang memecah keheningan malam. Ada perasaan bangga yang membuncah. Dumai yang dulu mungkin dianggap hanya sebagai kota industri yang sibuk dan berdebu, kini bertransformasi menjadi kota yang artistik dan penuh warna.

Taman itu adalah jantung kota, dan memilihnya sebagai lokasi malam pergantian tahun adalah keputusan yang tepat secara historis maupun emosional. Saya membayangkan ribuan orang akan berkumpul di sana, melepaskan semua lelah dari tahun 2025, dan menyambut 2026 dengan harapan baru. Kabarnya, perayaan tahun baru nanti akan dikonsep sebagai kawasan hiburan lengkap—sebuah pesta rakyat yang inklusif bagi siapa saja.
Berjalan pulang dari area festival, saya menyadari satu hal. DUFEST IDAMAN 2025 adalah manifestasi dari nama Idaman itu sendiri—sebuah mimpi tentang kota yang sejahtera, berbudaya, dan saling mendukung. Dukungan pemerintah yang memangkas biaya sewa lapak bagi UMKM adalah bukti bahwa festival ini dirancang dengan hati, bukan sekadar proyek tahunan.
Bagi teman-teman yang membaca catatan ini, jika kalian memiliki waktu luang di akhir tahun, datanglah ke Dumai. Jangan hanya datang untuk melihat artisnya, tapi datanglah untuk merasakan kehangatan masyarakatnya, mencicipi hasil karya UMKM-nya, dan merayakan keberagaman budayanya, dan jangan lupa berkabart temans kita Om noviarman buka stand disana.
Saya akan kembali lagi waktu sempat untuk berkunjung masih nunggu rencana kapan, ya tentunya bersama keluarga, mungkin untuk sekadar duduk lagi di pojokan bazar, menikmati suasana, dan menulis beberapa baris lagi tentang bagaimana kota kecil di pesisir ini sedang menulis sejarah besarnya. Dumai tidak hanya sedang berpesta; Dumai sedang tumbuh.
Sampai jumpa di Taman Bukit Gelanggang, kawan-kawan. Mari kita tutup tahun ini dengan pelukan hangat untuk kota tercinta.
Autor : Asrizal*
Tempat Penginapan Atau Hotel di Dumai Yang Mungkin Dapat Anda Telusuri Lokasi dan Promo Terkini di Agoda, MAXONE Dumai, Dumai, Indonesia
