Dalam rangka membangun kecepatan dan kepercayaan melalui FORKOM NUSANTARA PLC
Di era digital, komunikasi yang efektif adalah napas bagi setiap organisasi atau komunitas. Bagi komunitas PLC (Penari Lintas Community , di sini disingkat PLC), yang memiliki anggota resmi dan aktif tersebar di seluruh Indonesia, tantangan koordinasi menjadi sangat signifikan.
Menjawab tantangan tersebut, Pengurus Pusat PLC mengambil langkah strategis dengan membentuk WhatsApp Group (WAG) “FORKOM NUSANTARA”. Grup ini bukan sekadar wadah obrolan, melainkan sebuah Forum Koordinasi Nusantara yang memiliki misi utama: percepatan komunitas dan penyebaran informasi kegiatan bersama PLC se-Nusantara, sekaligus menjadi sarana interaksi, saling mengenal, dan mempererat tali silaturahmi.
Keberhasilan mencapai tujuan mulia ini sangat bergantung pada dua pilar fundamental: Koordinasi yang Efisien serta Komunikasi yang Transparan dan Akuntabel.
- Koordinasi yang Efisien sebagai Motor Penggerak
FORKOM NUSANTARA berfungsi sebagai pusat informasi. Tanpa koordinasi yang baik, potensi miskomunikasi dan kekacauan informasi (atau information overload) sangat tinggi, yang justru akan memperlambat, bukan mempercepat, komunitas.
- Penyatuan Visi: WAG ini memastikan semua region atau anggota di berbagai daerah menerima visi dan arahan yang seragam dari Pengurus Pusat.
- Akselerasi Kegiatan: Dengan koordinasi yang terpusat, perencanaan kegiatan bersama, seperti touring, informasi perjalanan member, bakti sosial, atau gathering nasional, dapat diselaraskan jadwal dan anggarannya dengan cepat.
- Mencegah Kekosongan/Kekembaran Kerja: Komunikasi yang terkoordinasi mencegah dua wilayah mengerjakan tugas yang sama (kekembaran) atau, sebaliknya, melupakan tugas penting (kekosongan).
Koordinasi yang efektif mengubah jarak geografis antar anggota menjadi kedekatan virtual.
- Transparansi: Fondasi Kepercayaan Komunitas
Transparansi berarti keterbukaan dalam menyampaikan informasi, terutama terkait keputusan, kebijakan, dan hasil kegiatan. Dalam konteks FORKOM NUSANTARA, transparansi memiliki peran krusial:
- Membangun Kepercayaan Anggota: Ketika Pengurus Pusat menyampaikan informasi secara jujur, terbuka, dan tanpa ditutup-tutupi, loyalitas dan rasa memiliki (sense of belonging) anggota akan meningkat. Anggota merasa dihargai dan dilibatkan dalam setiap proses.
- Mendorong Partisipasi: Informasi mengenai capaian komunitas, tantangan, atau peluang baru yang disampaikan secara transparan akan memotivasi anggota untuk ikut berkontribusi dan memberikan ide-ide segar.
- Meminimalisir Konflik dan Spekulasi: Banyak konflik di dalam organisasi muncul akibat informasi yang bias atau kurang lengkap. Transparansi memastikan semua anggota memiliki data dan pemahaman yang sama, meminimalkan ruang untuk hoax atau asumsi yang merusak.
- Akuntabilitas: Bentuk Pertanggungjawaban Kepada Anggota
Akuntabilitas merujuk pada kesediaan untuk bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan yang telah diambil. Dalam WAG FORKOM NUSANTARA, ini berarti:
- Kejelasan Tanggung Jawab: Setiap Pengurus Pusat dan perwakilan wilayah yang berinteraksi di grup harus jelas mengenai tanggung jawab mereka (misalnya, siapa yang mengelola informasi keuangan, siapa yang bertanggung jawab atas koordinasi kegiatan).
- Pelaporan Hasil: Pengurus harus secara berkala melaporkan perkembangan dan hasil dari program kerja yang telah dicanangkan (misalnya, laporan singkat setelah giat, atau rekapitulasi keanggotaan). Akuntabilitas ini memastikan bahwa upaya komunitas benar-benar diarahkan untuk mencapai tujuan bersama.
- Integritas dan Etika: Akuntabilitas erat kaitannya dengan integritas, memastikan bahwa semua interaksi dan keputusan di grup dilakukan secara etis dan demi kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi.
- Menjaga Harmoni dengan Aturan yang Tegas
Untuk mempertahankan iklim komunikasi yang positif dan fokus pada tujuan utama “percepatan komunitas,” Pengurus Pusat telah menetapkan aturan baku:
- No Baper (Tidak Bawa Perasaan): Mendorong diskusi yang berorientasi pada solusi dan profesionalisme, bukan serangan pribadi.
- No SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan): Menjaga kerukunan dan silaturahmi yang merupakan salah satu tujuan utama grup.
- No Pornografi, No Iklan: Menjaga fokus diskusi tetap pada kepentingan komunitas, serta mempertahankan etika dan kepatuhan terhadap kebijakan media sosial.
WAG FORKOM NUSANTARA adalah representasi strategis dari komunitas. Keberhasilannya bukan diukur dari banyaknya anggota, melainkan dari seberapa efektif dan berkualitas interaksi di dalamnya. Dengan berpegang teguh pada prinsip koordinasi yang efisien dan komunikasi yang transparan dan akuntabel, PLC akan mampu mengakselerasi komunitasnya di Nusantara, menciptakan sinergi yang kuat, dan membangun kepercayaan yang kokoh di antara seluruh anggotanya.
